Peluang Bisnis

KUMPULAN Puisi cinta, Romantis terbaru

By : Leriani Buton
CINTA DI SUDUT MENTARI


Dari arah timur …

Mentari memunculkan sinar keemasannya…
Seakan tersenyum geli
Melihat perasaanku yang tak karuan ini.


Dari arah timur …

Mentari memunculkan sinar keemasannya…
Seakan tersenyum geli
Melihat perasaanku yang tak karuan ini.

Ku menatap perasaanku dengan mata hatiku

Hatiku yang terdalam mengatakan….
Kamulah yang ku inginkan….

Ku ingin mencintaimu

Tapi bukan karena keegoisanku
Ku ingin menyayangimu
Tapi bukan sebatas itu…

Hatiku terpuruk pilu

Akankah ada yang terluka bila aku mencintaimu….?????
Aku pun tak tahu….

Perasaan ini tak bisa ku tampakkan

Yang ku tahu Tuhan mengerti perasaan ini
Cintaku akan tetap bertahta
Bersama mentari yang bersinar di sudut langit….

Ku menatap perasaanku dengan mata hatiku

Hatiku yang terdalam mengatakan….
Kamulah yang ku inginkan….

Ku ingin mencintaimu

Tapi bukan karena keegoisanku
Ku ingin menyayangimu
Tapi bukan sebatas itu…






Hatiku terpuruk pilu

Puisi Terakhir untuk Dia

Malam ini langit menangis
Malam ini pipi ini slalu basah air mata
Lihat bintaang yg kin sudah tidak ada
Lihat bulan sudah tidak ada juga,

Tetes demi tetes air mata yg berjatuhan
Hati yang kelam karana sudah tak ada chaya cinta dari mu
Mata ini takkan bisa lagi menikmati senyuman indah mu
Tenaga ini takkan digunakanlagi untuk melindungi mu

Mimpi akan memilikimu terhapus
Mimpi akan slalu disamping hilang
Mimpi akan cinta abadi tenggelam sudah
Mimpi akan 1 hati dengan mu pupus

Tuhan memberi aku 1 keping hati
Tuhan memberi kamu 1 keping hati
Knp tuhan tidak menyatukan nya
Knp tuhan tidak biar kan aku mngelem hati ku dan hati mu

Aku tau cinta ini bertepuk sebelah tangan
Aku tau cinta ini tak bisa bersatu
Aku tau kau punya rsa dengan yang lain
Aku tau cinta ini tak direstui

Penjelasan demi penjelasan aku terima
Ikhlas dan trus iklas ilmu itu aku terus tanam
Hati ku ini ingi terus berontak untuk meperjuangkan semua ini
Tapi aku tak ingin buat kau terkekang lagi

Akan coba kulepas cinta ini terus menerus
Akan ku coba untuk menggap kita hanya teman
Akan kucoba segala cara untuk lupakan itu
Tapi biar lah semua ini menjadi kenanga terindah untuk aku dan dirimu

Puisi Puisi Terakhir untuk Dia Oleh: ~ Muhammad Aldy ~
Akankah ada yang terluka bila aku mencintaimu….?????
Aku pun tak tahu….

Perasaan ini tak bisa ku tampakkan

Yang ku tahu Tuhan mengerti perasaan ini
Cintaku akan tetap bertahta
Bersama mentari yang bersinar di sudut langit….. 



Sayangku Untuk Ibu

IBU… Engkau selalu menasihati aku di saat aku salah .
IBU… Engkau juga mengajariku untuk menjadi anak yang selalu tersenyum

Engkau adalah seseorang yang berharga di dalam hidupku .
Tidak ada engkau mungkin aku merasa sepi,merasa sedih,dan
Mungkin hidupku jadi hampa tanpa mu IBU ..

Ibu ..
Aku ingin engkau selalu ada di hati ku .
Walau nanti tuhan pasti memanggilmu.

Aku sadar bu, kasih sayang mu tiada batasnya .
Engkau tak bosan-bosan mengingatiku kalau aku salah …

Aku sayang padamu IBU ….
Maafkan aku kalau aku pernah melakukan kesalahan yang mungkin bikin
engkau menjadi sedih …

Aku tidak akan bikin engkau sedih ibu..
Ke inginan aku yang ingin aku wujudkan adalah : “bikin engkau
tersenyum dan bikin engkau bangga sama aku bu”

Puisi Sayangku Untuk Ibu Oleh: ~ Isnaina Nursyam ~


Cinta Semu

Aku memiliki cinta yang tak bisa kulihat
Aku memiliki cinta yang tak bisa ku sentuh
Begitu jauh cinta itu jika ingin ku raih
Begitu sulit jika cint
a itu ingin ku sanding
Hanya lewat bait-bait ini aku mampu bercerita
Dan dari bait-bait ini aku mampu curahkan asa ku
Setitik dari asa yang tertingggal dalam diri ini
Setitik dari lelahnya hati yang ku rasa sunyi

Aku kesendirian tanpamu disisi hatiku
kesespian saat harus sendiri dan jauh darimu

Rinduku yang terlalu lama terbendung dalam jiwa
Telah melahirkan kata-kata dalam keinginanku
“Aku ingin bertemu meski sekilas dari bayangmu”
Mampukah itu terjadi padaku dan untuk rindu ini

Perasaan yang aku rasa bukanlah sekedar khayalan
Inilah rasa yang kita dulu nikmati berdua
Rasa yang penuh dengan bendungan asmara
Seperti inilah medan-medan perang kita dulu

Tak pernah ada hal yang menjadikan penghalangnya
Meski harus dengan air mata aku membayarnya

Kini semua menjadi semu terlampau waktu
Demi rindu hati ini aku mampu menunggumu
Tak pandang waktu kiranya kapan memanggilku
tetap rindu ini hanya untukmu I Miss You

By:Raden Wahyudhi
Post a Comment