Peluang Bisnis

6 Sikap Jokowi-Ahok mirip Soekarno tolak dominasi asing


Dalam beberapa kasus, duet Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok kerap menyampaikan pernyataan yang tegas menolak bantuan asing. Yang terbaru, Jokowi menolak bantuan Dubes Amerika Serikat untuk proyek kampung deret. Berani dan tegas terhadap asing ini mirip dengan langkah Presiden pertama Indonesia Soekarno. Soekarno/'>Bung Karno, sapaan akrab Soekarno, pernah menolak bantuan dari Amerika Serikat.

"Go to the hell with your aid (pergilah ke neraka dengan bantuanmu)," ujar Soekarno/'>Bung Karno yang kesal dengan pemerintah Amerika.

Kala itu, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi karena pemerintah terlalu terfokus dalam ranah politik dan kurang memperhatikan masalah ekonomi dalam negeri. Melihat hal itu, pemerintah Amerika Serikat mencoba menawarkan bantuan agar Indonesia dapat mengatasi krisis tersebut. Soekarno/'>Bung Karno dengan tegas menolak.

Direktur Utama LIMA, Ray Rangkuti menilai, sosok Joko Widodo sebagai pemimpin DKI Jakarta menunjukkan kepeloporannya dalam menegakkan kemandirian bangsa dan melawan dominasi asing dalam perekonomian nasional.

"Jokowi pernah menyatakan tegas terhadap proyek utang sebesar 1,2 Miliar untuk proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), bahkan Jokowi juga menolak untuk mengeluarkan obligasi. Ini patut diapresiasikan," katanya dalam acara diskusi bertajuk "Jokowi Melawan Asing, Saatnya menegakkan kemandirian bangsa" di daerah Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut Ray, keadaan seperti ini menjadi pionir di tengah para kepala daerah, menteri dan presiden yang justru dilanda kecanduan utang sehingga menumpuknya hutang negara sampai Rp 2.000 triliun dan memperbesar intervensi asing dalam perekonomian nasional.

Ray berujar, ini adalah kali pertama setelah Rezim Orde Baru, ada pemerintah daerah, dalam hal ini DKI Jakarta, yang menyatakan tidak akan ada bantuan asing yang mendikte.

"Sudah lama kita tidak mendengar hal seperti yang dicita-citakan Founding Father kita yang tidak akan bergantung pada asing. Lebih dari 40 tahun sejak Soekarno menyatakan Indonesia harus merdeka sepenuh-penuhnya pada tangan dan kaki rakyatnya. Bukan pada asing," paparnya. Berikut ini, 6 sikap Jokowi tegas terhadap asing seperti dirangkum merdeka.com:


1. Pulang kampung aja!

Pemprov DKI Jakarta tetap ogah menerima pinjaman dari Bank Dunia untuk program penanganan banjir melalui program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) jika klausul yang diberikan menyulitkan. Salah satunya adalah jangka waktu pinjaman terlalu lama yaitu 5 tahun.

"Gak tau mau ketemu saya saja. Tetap saja, kalau enggak mau 2 tahun, pulang kampung saja kan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jakarta, Selasa (4/6).

Mantan bupati Belitung Timur ini mengakui jika pihak Bank Dunia telah beberapa kali bertemu dengannya. Termasuk juga Kementerian Pekerjaan Umum yang tetap ngotot agar Pemprov DKI mau menerima pinjaman untuk program JEDI tersebut. "Udah beberapa kali ketemu," terangnya.

Selain itu, Ahok menyatakan jika pihaknya telah melayangkan pembatalan pinjaman JEDI ke Kementerian PU. Ahok juga menampik jika surat yang telah dia layangkan tidak ada respons.

"Bukan. Justru mungkin Menteri PU, suruh dia (World Bank) datang ketemu kita," jelas Ahok.

Akan tetapi, tampaknya dari Bank Dunia ataupun pihak Kementerian PU tetap berusaha melobi agar Pemprov DKI menerima pinjaman dari Bank Dunia. "Mungkin. Aku sih tetap aja 2 tahun," tandasnya.

2. Nasionalisasi Palyja: Kalau sudah prinsip tak main main

 Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Menteri Perdagangan Prancis, Selasa (4/6) siang. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan akan mengambil alih perusahaan penyulingan air bersih PT Palyja.

"Tadi sudah saya sampaikan dan Palyja mau kita ambil," ujar Jokowi di Balai kota Jakarta, Selasa (4/6).

Politikus PDIP ini mengatakan pengambilalihan tersebut lantaran selama ini Palyja lebih mementingkan sisi keuntungan ketimbang melayani masyarakat terkait pengelolaan air bersih.

"Supaya DKI bisa lebih leluasa mengelola air, betul-betul untuk rakyat. Untuk masyarakat. Bukan orientasi pada keuntungan," ucapnya.

Jokowi juga menegaskan, pihaknya akan melakukan negosiasi dengan pihak Palyja membahas pengambilalihan ini. Namun, apabila tidak ada jalan keluar, tentunya Jokowi memiliki siasat lain.

"Kalau sudah menyangkut prinsip, saya tidak akan main-main," tuturnya.

Adapun besaran anggaran untuk membeli sebagian saham tersebut tidak dipersoalkan. Sebab, saat ini ia sedang melakukan proses negosiasi.

"Kalau kira-kira kita mampu ngapain?. Enggak ada penalti-penalti. Ini masalah negosiasi kok gimana," terangnya.

Jokowi mengaku pihak Mendag Perancis hanya senyum-senyum saat dirinya mengatakan akan membeli Palyja. "Senyum-senyum, enggak tahu senyum kaget atau apa enggak ngerti. Tapi senyum-senyum," ucapnya sembari tertawa.

Post a Comment